Kegiatan
Kirab Oncor hingga Ngumbah Gaman, Masyarakat Pancur Meriahkan Tahun Baru Islam 1448 H
07 July 2026
JEPARA, RUANG UPDATE - Masyarakat Desa Pancur, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, menggelar rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah melalui agenda Jagong Budaya, Kirab Oncor Grebeg Suro, Pengajian Umum, hingga prosesi tradisi Ngumbah Gaman. Kegiatan berlangsung selama dua hari, mulai *Minggu (14/6/2026)* hingga *Senin (15/6/2026)* dan dipusatkan di kawasan Situs Budaya Empu Supo, Desa Pancur.
*Pada Minggu (14/6/2026) malam*, rangkaian acara diawali dengan kegiatan Jagong Budaya yang dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan warga Desa Pancur. Acara dibuka oleh Arif selaku pembawa acara, dilanjutkan pembacaan Khotmil Qur'an oleh Jamal Luthfi, tahlil oleh Ali Musrihan, manaqib oleh Ahmad Katsir, doa bersama, serta lantunan sholawat Al-Berjanzi.
Dalam forum musyawarah yang dipandu Muhammad Iqbal, KH. Miftahul Roqib, S.Ag., M.Si. menyampaikan sejarah Desa Pancur sekaligus mengulas berbagai potensi desa, mulai dari sektor wisata, industri rumahan, hingga kekayaan budaya yang masih terjaga. Menurutnya, potensi tersebut perlu terus dikembangkan melalui kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Hadir pula Gus Miftah yang memberikan berbagai pandangan mengenai pengembangan wisata, pendidikan, lingkungan, serta kehidupan sosial masyarakat. Diskusi berlangsung interaktif dan ditutup dengan doa serta makan bersama sebagai simbol kebersamaan warga.
*Puncak peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah digelar pada Senin (15/6/2026) malam* melalui Kirab Oncor Grebeg Suro yang diikuti ratusan warga dari berbagai kalangan. Kirab obor tersebut menjadi simbol semangat hijrah, penerangan, dan harapan menuju kehidupan yang lebih baik.
Setelah kirab, masyarakat disuguhkan pertunjukan seni dari UKM Tari dan Teater Politeknik Balekambang Jepara yang menampilkan nuansa budaya lokal. Suasana semakin semarak dengan penampilan Qasidah Modern Az-Zahra yang membawakan berbagai lagu religi dan shalawat sebelum acara inti dimulai.
Acara resmi kemudian dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Muhammad Ifan Alawi dan tahlil yang dipimpin Kyai Nur Afif. Sambutan pertama disampaikan oleh Samsul Muarifin selaku perwakilan panitia sekaligus perwakilan Tahfidz Ranting 3 Desa Pancur.
Dalam sambutannya, Samsul Muarifin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan tradisi budaya sebagai sarana memperkuat keimanan, kebersamaan, serta menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.
Sementara itu, Camat Mayong Muhammad Taufiq, S.STP., M.M. mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Hijriah sebagai momentum introspeksi dan perbaikan diri. Ia juga mengapresiasi masyarakat Desa Pancur yang mampu menjaga tradisi budaya sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan.
Memasuki acara inti, pengajian umum dimulai sekitar pukul 22.00 WIB dengan menghadirkan Dr. KH. Fuad Rizqi, S.Ag., M.Ag. dari Kendal. Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan bahwa kehidupan di dunia hanya sementara sehingga umat Islam perlu mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan akhirat.
Selain menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan ibadah, KH. Fuad juga menjelaskan keutamaan bulan Muharram sebagai salah satu dari empat bulan yang dimuliakan dalam Islam. Ia mengajak jamaah untuk mengisi bulan Muharram dengan berbagai amalan kebaikan seperti puasa sunnah, salat taubat, silaturahmi, menyantuni anak yatim, memperbanyak sedekah, serta meningkatkan ibadah kepada Allah SWT.
Setelah pengajian selesai, acara dilanjutkan dengan prosesi penaburan bunga dan Ngumbah Gaman yang dipimpin para sesepuh desa sebagai bagian dari tradisi Grebeg Suro yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Pancur.
Kegiatan ini terselenggara berkat sinergi Pemerintah Desa Pancur, tokoh agama, tokoh masyarakat, Nahdlatul Ulama beserta badan otonomnya, GP Ansor, Banser, Fatayat NU, Muslimat NU, IPNU, IPPNU, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Rangkaian kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari *Gayeng Organizer*, yakni mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Kelas ABI B Angkatan 2023 Politeknik Balekambang Jepara, yang menjalin kerja sama dengan Pemerintah Desa Pancur dalam pelaksanaan Grebeg Suro dan peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap nilai-nilai keagamaan, budaya, kebersamaan, dan gotong royong dapat terus terjaga. Selain menjadi sarana syiar Islam, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata upaya masyarakat Desa Pancur dalam merawat tradisi dan memperkuat identitas budaya di tengah perkembangan zaman.
*Pada Minggu (14/6/2026) malam*, rangkaian acara diawali dengan kegiatan Jagong Budaya yang dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan warga Desa Pancur. Acara dibuka oleh Arif selaku pembawa acara, dilanjutkan pembacaan Khotmil Qur'an oleh Jamal Luthfi, tahlil oleh Ali Musrihan, manaqib oleh Ahmad Katsir, doa bersama, serta lantunan sholawat Al-Berjanzi.
Dalam forum musyawarah yang dipandu Muhammad Iqbal, KH. Miftahul Roqib, S.Ag., M.Si. menyampaikan sejarah Desa Pancur sekaligus mengulas berbagai potensi desa, mulai dari sektor wisata, industri rumahan, hingga kekayaan budaya yang masih terjaga. Menurutnya, potensi tersebut perlu terus dikembangkan melalui kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Hadir pula Gus Miftah yang memberikan berbagai pandangan mengenai pengembangan wisata, pendidikan, lingkungan, serta kehidupan sosial masyarakat. Diskusi berlangsung interaktif dan ditutup dengan doa serta makan bersama sebagai simbol kebersamaan warga.
*Puncak peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah digelar pada Senin (15/6/2026) malam* melalui Kirab Oncor Grebeg Suro yang diikuti ratusan warga dari berbagai kalangan. Kirab obor tersebut menjadi simbol semangat hijrah, penerangan, dan harapan menuju kehidupan yang lebih baik.
Setelah kirab, masyarakat disuguhkan pertunjukan seni dari UKM Tari dan Teater Politeknik Balekambang Jepara yang menampilkan nuansa budaya lokal. Suasana semakin semarak dengan penampilan Qasidah Modern Az-Zahra yang membawakan berbagai lagu religi dan shalawat sebelum acara inti dimulai.
Acara resmi kemudian dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Muhammad Ifan Alawi dan tahlil yang dipimpin Kyai Nur Afif. Sambutan pertama disampaikan oleh Samsul Muarifin selaku perwakilan panitia sekaligus perwakilan Tahfidz Ranting 3 Desa Pancur.
Dalam sambutannya, Samsul Muarifin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan tradisi budaya sebagai sarana memperkuat keimanan, kebersamaan, serta menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.
Sementara itu, Camat Mayong Muhammad Taufiq, S.STP., M.M. mengajak masyarakat menjadikan Tahun Baru Hijriah sebagai momentum introspeksi dan perbaikan diri. Ia juga mengapresiasi masyarakat Desa Pancur yang mampu menjaga tradisi budaya sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan.
Memasuki acara inti, pengajian umum dimulai sekitar pukul 22.00 WIB dengan menghadirkan Dr. KH. Fuad Rizqi, S.Ag., M.Ag. dari Kendal. Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan bahwa kehidupan di dunia hanya sementara sehingga umat Islam perlu mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan akhirat.
Selain menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan ibadah, KH. Fuad juga menjelaskan keutamaan bulan Muharram sebagai salah satu dari empat bulan yang dimuliakan dalam Islam. Ia mengajak jamaah untuk mengisi bulan Muharram dengan berbagai amalan kebaikan seperti puasa sunnah, salat taubat, silaturahmi, menyantuni anak yatim, memperbanyak sedekah, serta meningkatkan ibadah kepada Allah SWT.
Setelah pengajian selesai, acara dilanjutkan dengan prosesi penaburan bunga dan Ngumbah Gaman yang dipimpin para sesepuh desa sebagai bagian dari tradisi Grebeg Suro yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Pancur.
Kegiatan ini terselenggara berkat sinergi Pemerintah Desa Pancur, tokoh agama, tokoh masyarakat, Nahdlatul Ulama beserta badan otonomnya, GP Ansor, Banser, Fatayat NU, Muslimat NU, IPNU, IPPNU, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Rangkaian kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari *Gayeng Organizer*, yakni mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Kelas ABI B Angkatan 2023 Politeknik Balekambang Jepara, yang menjalin kerja sama dengan Pemerintah Desa Pancur dalam pelaksanaan Grebeg Suro dan peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap nilai-nilai keagamaan, budaya, kebersamaan, dan gotong royong dapat terus terjaga. Selain menjadi sarana syiar Islam, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata upaya masyarakat Desa Pancur dalam merawat tradisi dan memperkuat identitas budaya di tengah perkembangan zaman.