Kegiatan
Ngaji Bareng Dan Santunan Yatama
02 July 2026
JEPARA - RUANG UPDATE, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Balekambang (Polibang) menggelar kegiatan Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H yang berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan pada Selasa, 30/06/26. Kegiatan yang bertajuk "Ngaji Bareng & Santunan Yatama" ini dihadiri oleh civitas akademika Polibang dan diisi dengan berbagai rangkaian acara yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan serta mempererat tali silaturahmi.
Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara (MC), kemudian dilanjutkan dengan khataman Al-Qur'an dan tahlil yang dipimpin oleh Dr. Nur Ahmad Budi Yulianto, M.M. Seluruh peserta mengikuti rangkaian tersebut dengan penuh kekhusyukan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus menyambut datangnya Tahun Baru Islam.
Pada sesi sambutan, Ahmad Mubais, M.Pd., menyampaikan bahwa pergantian tahun baru Hijriah bukan hanya sekadar pergantian angka, tetapi juga menjadi momen untuk melakukan perubahan menjadi pribadi yang lebih baik. Beliau mengajak seluruh peserta agar apa yang sudah dicapai pada tahun sebelumnya bisa dipertahankan, bahkan ditingkatkan di tahun yang baru.
Beliau juga membagikan cara mengatasi rasa malas, di mana sebagian kalangan menganggap bahwa malas bukanlah sekadar sifat, melainkan sebuah penyakit. Untuk mengatasinya, beliau memaparkan lima metode sebagai berikut:
1. Kaizen: perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
2. Ikigai: menemukan tujuan atau alasan hidup agar memiliki motivasi untuk bertindak.
3. Shoshin: memiliki "pikiran pemula", yaitu tetap terbuka untuk belajar, tidak takut mencoba hal baru, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.
4. Teknik Pomodoro: bekerja fokus selama 45 menit, lalu istirahat 15 menit, dan mengulang siklus tersebut agar produktivitas tetap terjaga.
5. Hara Hachi Bu: makan jangan terlalu kenyang. Konsep ini dipercaya membantu tubuh tetap bugar dan tidak mudah lesu setelah makan.
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pembacaan Al-Barzanji yang dibawakan oleh UKM Musik Polibang. Penampilan tersebut menambah suasana religius sekaligus menjadi bentuk kecintaan kepada Rasulullah saw.
Rangkaian acara berikutnya adalah penyerahan santunan kepada anak-anak yatim yang diserahkan secara simbolis oleh KH. Mustamir Wildan bersama Ahmad Mubais, M.Pd. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial sekaligus berbagi kebahagiaan di momen Tahun Baru Islam.
Dalam mauidhoh hasanahnya, KH. Mustamir Wildan menjelaskan bahwa setiap manusia akan melewati empat tahapan kehidupan, yaitu alam arwah, alam hamli atau alam kandungan, alam dunia, dan alam akhirat. Beliau mengingatkan bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara, sedangkan seluruh amal yang dilakukan sejak baligh hingga akhir hayat akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak.
Beliau juga menyampaikan bahwa ada dua hal yang dapat menjadikan seseorang mulia, yaitu iman dan ilmu. Dengan memiliki iman yang kuat dan ilmu yang bermanfaat, seseorang akan memiliki adab dan budi pekerti yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Mustamir Wildan, lalu dilanjutkan dengan makan bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat Tahun Baru Islam 1448 H dapat menjadi pengingat bagi seluruh civitas akademika Polibang untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, memperluas ilmu, serta mempererat rasa kepedulian dan kebersamaan.
Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara (MC), kemudian dilanjutkan dengan khataman Al-Qur'an dan tahlil yang dipimpin oleh Dr. Nur Ahmad Budi Yulianto, M.M. Seluruh peserta mengikuti rangkaian tersebut dengan penuh kekhusyukan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus menyambut datangnya Tahun Baru Islam.
Pada sesi sambutan, Ahmad Mubais, M.Pd., menyampaikan bahwa pergantian tahun baru Hijriah bukan hanya sekadar pergantian angka, tetapi juga menjadi momen untuk melakukan perubahan menjadi pribadi yang lebih baik. Beliau mengajak seluruh peserta agar apa yang sudah dicapai pada tahun sebelumnya bisa dipertahankan, bahkan ditingkatkan di tahun yang baru.
Beliau juga membagikan cara mengatasi rasa malas, di mana sebagian kalangan menganggap bahwa malas bukanlah sekadar sifat, melainkan sebuah penyakit. Untuk mengatasinya, beliau memaparkan lima metode sebagai berikut:
1. Kaizen: perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
2. Ikigai: menemukan tujuan atau alasan hidup agar memiliki motivasi untuk bertindak.
3. Shoshin: memiliki "pikiran pemula", yaitu tetap terbuka untuk belajar, tidak takut mencoba hal baru, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.
4. Teknik Pomodoro: bekerja fokus selama 45 menit, lalu istirahat 15 menit, dan mengulang siklus tersebut agar produktivitas tetap terjaga.
5. Hara Hachi Bu: makan jangan terlalu kenyang. Konsep ini dipercaya membantu tubuh tetap bugar dan tidak mudah lesu setelah makan.
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pembacaan Al-Barzanji yang dibawakan oleh UKM Musik Polibang. Penampilan tersebut menambah suasana religius sekaligus menjadi bentuk kecintaan kepada Rasulullah saw.
Rangkaian acara berikutnya adalah penyerahan santunan kepada anak-anak yatim yang diserahkan secara simbolis oleh KH. Mustamir Wildan bersama Ahmad Mubais, M.Pd. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial sekaligus berbagi kebahagiaan di momen Tahun Baru Islam.
Dalam mauidhoh hasanahnya, KH. Mustamir Wildan menjelaskan bahwa setiap manusia akan melewati empat tahapan kehidupan, yaitu alam arwah, alam hamli atau alam kandungan, alam dunia, dan alam akhirat. Beliau mengingatkan bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara, sedangkan seluruh amal yang dilakukan sejak baligh hingga akhir hayat akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak.
Beliau juga menyampaikan bahwa ada dua hal yang dapat menjadikan seseorang mulia, yaitu iman dan ilmu. Dengan memiliki iman yang kuat dan ilmu yang bermanfaat, seseorang akan memiliki adab dan budi pekerti yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Mustamir Wildan, lalu dilanjutkan dengan makan bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat Tahun Baru Islam 1448 H dapat menjadi pengingat bagi seluruh civitas akademika Polibang untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan keimanan, memperluas ilmu, serta mempererat rasa kepedulian dan kebersamaan.